Malam
yang dingin tak lagi cerah
Sebuah
mimpi mampu merubah hati
Entah
kapan aku bisa mengerti
Angin malam yang tak lagi menyentuh
Sedikit
rasa yang jauh pergi
Dengan
hampa karena terluka
Ku
masih berucap maaf
Semua
ku lewati tanpa tertahan lagi
Dingin
sepi melukis ragaku yang lemah
Hidupku
terlalu singkat menceritakan kita
Ada
yang hilang dalam waktuku
Saat
kau menjauh menikmati kebahagiaanmu
Mungkin
kini kau telah pergi jauh
Untuk
selamanya
Dan
ketika luka menusuk langkahmu
Kau
kembali
Namun yang kau lihat hanyalah debu usang
yang selama ini menemaniku untuk menantimu
hitam hitam sudah jejak langkahku yang kau
lihat
aku sudah mati
hingga bayangku pun tak mampu kau lihat
lagi
dan tanpa pesan terakhir aku selalu
mengenangmu
rapuhku terjawab ketika langkahmmu menjauh
pergi
tak mampu ku berucap
ku coba tuk menghalangi
namun ku tak sanggup
walaupun ku berteriak
ku tau kau akan tetap pergi
harusnya kau tau dan dengarkan
akan ku coba tersenyum
saat kabut tutupi ragamu yang menjauh
akan ku nanti tawamu lagi
hingga kau hadir lagi
sejukan gersang hati ini dari kelamnya
hidupku akan penantianmu
separuh langkah ku berjalan
sampai letih aku menemukan
dalam sekali aku meyakinimu
terlukis indah oleh waktu
namun air mataku telah habis terurai
tanpa berhenti semua yang terlihat tandus
ku cari di dalam hati
mungkinkah waktu terulang kembali
karena ku percaya dalam hati
dan ku bertanya di saat kau tak di sana
masih merasa benarkah senyummu?
Ketika mulutmu bersikap angkuh
Kapan lelahmu untuk merasakan bahwa matamu
sulit berdusta
Siksa untuk diriku,mengertikan hatimu
Ku ayun sendiri langkah langkah sepi
Membayangkan yang berlalu,untuk mengingatmu
Di bawah warna bulan merah muda
Biarkan ku berdiri untuk berlari
Biarkan ku merasakan untuk mengerti
Dan biarkan ku menangis untuk bertahan
Tak dapat ku tahan laju udara malam,
di samping gerak tawamu yang menipuku
namun dalam sepi ku percaya
seakan letih pun tak terasa
entah kapan malam membuatmu berhenti
mendustakan dirimu
dan ku sadar kau telah hitamkan hatiku
apa sudah saatnya aku tenang
namun langit masih biru
membekas sudut-sudut tempatku meragu
jelaskan arti dari hari ini
yang ku jalani hanya sebuah mimpi
jejak masa lalu masih terasa sunyi
Hanya pada kebenaran kita berharap
Dan kebenaran hanya ada pada langit
Bumi hanya tempat kebohongan
Apa lagi yang lebih puitis
Selain bicara tentang kebenaran
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam kasih
Awan turun menjadi malam
Bicara tentang sebuah kemuraman
Tanya kecil menjadi sebuah perjalanan yang
panjang
Namun ku ingin mati di sisimu sayang
Berdirilah tegak sebelum awan mendung
Kita tak akan pernah kehilangan apa-apa
Kembalilah dari tiada menjadi ada
Menaklukkan malam yng dingin dengan
keresahan
WAKTU
Dan jika engkau bertanya,
bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan
menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut
jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di
dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang
bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang
menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara
kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang
waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam
pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum
semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan
kenangan dan masa depan dengan kerinduan.
PERSAHABATAN
Dan
jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..
Sahabat adalah kebutuhan
jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa
hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala
pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh,
pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah
dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam
dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi
seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud
lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih
yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah
yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.
CINTA
KU bicara perihal Cinta????…
Apabila cinta
memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada
untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.
Sebagaimana dia
mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang
bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau
hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami
rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan
kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan
menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak
tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil
apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi
sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila
dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau
mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka
keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan
melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang
meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita
puji pada bibirmu.
Aku terbangun pada dampak
Di bawah pengawasan dari mata kamera
Mencari tinggi dan rendah
Pikiran kriminal ditemukan di TKP
Diborgol dan buta, aku tidak melakukannya
Dia bilang dia mencintaiku
Saya kira saya tidak pernah tahu
Tapi apakah kita pernah, pernah benar-benar
tahu?
Dia bilang dia akan menemui saya di sisi
lain
Tapi aku tahu saat itu, aku tidak pernah
menemukannya
Saya tidak percaya pada cinta
Aku tidak pernah, saya tidak akan pernah
Saya tidak percaya pada cinta
Yang tidak pernah sebanding dengan rasa
sakit yang Anda rasakan
Saya tidak percaya di cinta
Tidak ada lagi mimpi buruk, cinta melihat
mereka semua
Dari hari aku dilahirkan, mereka telah
menghantui setiap langkah saya
Setiap tangan terbuka ada untuk mendorong
dan mendorong
Tidak ada waktu untuk mencintainya tidak
peduli
Dia membuat perbedaan
Saya kira diaMembuat setiap malam tampak
terang seperti hari
Sekarang aku berjalan dalam bayang-bayang,
tidak pernah melihat cahaya
Dia pasti berbohong karena dia tidak pernah
mengatakan selamat tinggal
Saya tidak percaya pada cinta
Aku tidak pernah, saya tidak akan pernah
Saya tidak percaya pada cinta
Sakit hanya berpura-pura tidak pernah nyata
Saya tidak percaya pada cinta
saya
harus melupakan wajahnya, saya melihat masih
Saya tidak percaya pada cinta
Yang tidak pernah sebanding dengan rasa
sakit yang Anda rasakan
Tidak ada kesempatan untuk kontak
Tidak ada
Satu-satunya harapan saya adalah salah satu
hari aku akan lupa
Rasa sakit mengetahui apa yang tidak pernah
bisa
Dengan atau tanpa cinta itu semua sama saja
bagiku
Saya tidak percaya pada cinta
Aku tidak pernah, saya tidak akan pernah
Saya tidak percaya pada cinta
Sakit hanya berpura-pura tidak pernah nyata
Saya tidak percaya pada cinta
Aku harus melupakan wajahnya, saya melihat
masih
Saya tidak percaya pada cinta
Yang tidak pernah sebanding dengan rasa
sakit yang Anda rasakan
-Akan tetap ku pelihara..
Walau gelap temukan cahaya,
hati
ini tetap saja menghitam..
Walau amarah temukan senyuman,
Pikir ini tetap saja serasa tak berdaya..
Aku
di hakimi waktu!!
bunuh
saja aku..
musnakan keberadaanku..
tapi
jangan cintaku!!
Sejenak aku terdiam,
aku
terdiam saat rasa menyakitiku
aku
terdiam saat melihat cinta melukaiku
aku
terdiam saat mendengar kasih mendustaiku
aku
terdiam, terus terdiam..
Meski terus menumpahkan air mata di pipi..
rasa
ini akan terus ku pelihara
takkan ku biarkan hilang
meski kan membunuhku sekalipun..
hatiku hanyut bersama cintanya
Setetes demi setets air mata membasahi..
bertambah, bertambah, kian bertambah..
hingga taj bisa ku usap lagi..
hancurlah aku ke dalam kelam
Ke
dalam cinta yang berlumuran air mata..
hingga nafas terhenti, sampai mata lelah untuk
melihat dan air mata membunuhku
aku
mencintaimu selalu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar